Jumat, 05 Juni 2015

Pagi dan.ayam jantan

Pagi selalu setia menyapa.
Dan raga kembali ke jiwa tak disangka.
Manusia seperti aku,
Cuma berusaha dan menerima.

Pasti embun menggelitik ubun-ubun ayam jantan.
Ia berteriak membangunkan.
Hei manusia, sepertinya terang datang di depan.

Mentari masih bersembunyi.
Sedang purnama menggantung tinggi.
Ya, aku mencintai pagi.
Seperti mencintaiMu tiada henti.

Selamat pagi, Tuhan Pemilik Pagi...
Selamat pagi, semesta...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar