Sejatinya aku tak mampu. Menghapus bayangmu, lalu melupakan biru.
Tapi, apakah kamu tahu?
Aku selalu merindukan senyummu, dan tentu saja sepasang bola mata itu.
Ah, jangan terburu-buru.
Mari habiskan waktu.
Bercerita bersamaku.
Ya, aku suka mendengar tawa renyahmu, bahkan amarah lepasmu.
Andai saja kau tahu....
Selamat bermimpi. Kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar